Cara menjadi publisher di Google AdSense berdasarkan pengalaman

Cara agar di approve Google AdSense – untuk teman-teman yang sangat ingin diterima menjadi publisher Google AdSense, berikut sedikit cerita tentang pengalaman saya hingga akhirnya dapat approval ketika daftar Google AdSense.

Perlu sobat ketahui, sebenarnya saya telah memiliki blog sejak saya masih duduk dibangku kuliah (sekitar tahun 2011). Saya membuat blog dengan subdomain blogspot.com. Saat itu saya membuat blog hanya untuk iseng-iseng saja, tidak ada niatan untuk saya daftarkan ke Google AdSense.

Karena jujur saja saat itu saya bahkan belum kenal dengan namanya Google AdSense. Boro-boro kenal dengan Google AdSense, bahkan tidak pernah terpikirkan oleh saya kalau dengan sebuah blog kita dapat menghasilkan uang.

Ya karena saya belum tahu tentang cara me-monetize sebuah blog yang saya tahu hanya buat blog dan berbagi sesuatu di blog itu. Saya share semua yang ingin saya share, tidak peduli apakah postingan blog saya bagus atau tidak, melanggar hak cipta atau tidak, apakah desain blog saya keren atau tidak. Saya tak peduli dengan semua itu.

Hingga pada akhirnya, sekitar tahun 2012 saya dikasih tahu teman saya kalau dia menghasilkan uang dengan blog & juga website. Sejak saat itu saya ingin mencoba mendaftarkan blog saya. Lalu bagaimana hasilnya? Beberapa kali saya mendaftar Google AdSense, saya tidak diterima. Dan saya jadi berpikir mungkin bukan disitu jalan saya. Berakhirlah saya berpikir tentang Google AdSense, saya telah putus asa.

Baca-baca pengalaman blogger lain

Lalu sekitar awal tahun 2014 saya berpikir lagi tentang Google AdSense. Saya mau coba lagi itulah yang saya pikirkan. Mulailah saya browsing sana-sini cari informasi bagaimana caranya agar diterima saat daftar Google AdSense. Hingga berakhirlah saya pada sebuah blog, blognya orang india. Blog ini membahas tentang dunia blogging, internet marketing dan semacamnya. Kemudian saya memutuskan untuk mencoba, memulai membuat akun Google dan memperbaiki blog. Ada beberapa hal yang saya lakukan saat itu.

Buat akun Google dengan ID sebenarnya

Akun Google yang dulu saya miliki, beberapa informasi dalam akun tersebut tidak sebenarnya. Oleh karena itu saya memutuskan membuat akun baru dengan informasi tentang diri saya sebenar-benarnya.

Perbaiki konten blog

Setelah membuat akun Google yang baru, saya transferlah blog lama saya ke akun baru tersebut. Lalu saya gunakan tool online gratisan untuk mengecek apakah adakah postingan saya yang memiliki duplikasi di internet. Dan hasilnya banyak sekali duplikasi, maklum kebanyakan postingan saya berupa materi kuliah. Oleh karena itu saya bersihkan postingan-postingan blog yang mempunyai duplikat di blog atau website lain.

Buat konten yang berkualitas

Mengikuti saran dari blog yang sudah saya baca, sejak saat itu saya mulai mencoba membuat postingan yang lebih baik. Mungkin sampai kini postingan saya belum bisa dibilang postingan berkualitas, tapi insyaallah akan terus belajar dan berusaha untuk membuat postingan yang lebih baik.

Ubah template blog

Bicara tentang desain blog, sungguh saya ini benar-benar salah satu orang yang buta dengan code. Saya tidak mengerti apapun tentang bagaimana cara membuat desain blog, adapun template yang saya pilih dan gunakan adalah template yang disediakan oleh pihak blogger sendiri (blogger.com)
Sebelumnya saya pernah mencoba download template dari situs-situs penyedia template gratis.

Template yang mereka sediakan tergolong bagus-bagus dan responsive. Tapi kembali lagi, karena saya tidak mengerti tentang kode html, xml atau apalah itu, menggunakan template gratisan terkadang membuat saya khawatir. Khawatir dalam kode template tersebut terdapat url-url yang membuat blog saya menjadi lebih akut dan sebagainya.

Intinya saya sekarang lebih suka menggunakan template yang disediakan oleh blogger.

Pindah ke TLD

Selain soal template, saran lain dari blog yang saya baca adalah untuk menggunakan top level domain. Intinya bukan gratisan. Itu salah satu masukan yang saya aplikasikan ke blog saya.

Daftarkan blog ke Google webmaster dan bing webmaster

Langkah berikutnya adalah saya daftarkan blog saya ke Google webmaster tool (sekarang ganti nama dengan Google Search Console) dan bing webmaster. Sebenarnya satu yang tidak begitu saya mengerti dengan kedua layanan online ini.

Yang saya tahu hanyalah dengan mendaftarkan dan mengikuti panduan dari dua layanan webmaster tersebut itu dapat membantu kita mengetahui bagaimana mesin pencari seperti Google dan Bing memahami blog kita, sehingga blog kita muncul di hasil pencarian mereka.

Saya hanya mengikuti panduan yang disediakan oleh kedua website tersebut dengan dibantu searching saya mendapatkan semua informasi tentang apa yang harus lakukan. Dari mendaftarkan blog ke kedua webmaster tersebut, verify website, daftarkan sitemap dan seterusnya. Ya, yang kiranya saya bisa lakukan ya saya lakukan, yang tidak dapat dilakukan lewati dulu aja. Yah, yang penting belajar perlahan-lahan.

Daftar Google AdSense

Setelah beberapa lama waktu yang saya butuhkan dalam memperbaiki blog (meskipun sampai sekarang tak kunjung selesai), akhirnya saya mendaftarkan blog lama saya tersebut (dengan domain baru) ke Google AdSense. Dan Alhamdulillah diterima.

Bagaimanapun juga semua terjadi karena kehendak Allah. Apa yang telah saya lakukan hanyalah usaha, ntah ada pengaruhnya atau tidak siapa yang tahu. Yang paling penting, semoga semua yang telah dikerjakan mendapatkan ridho Allah SWT, kemudian bermanfaat untuk diri saya dan pembaca tulisan saya. Aamiin.

Itulah segelintir kisah tentang perjalanan saya daftar Google AdSense.

Thanks to:

  1. Allah SWT.
  2. Suami yang selalu mendukungku.
  3. www.shoutmeloud.com - Harsh Agrawal

Comments